Digital marketing consultant dan agency sering diperlakukan sebagai layanan yang sama. Consultant biasanya berfokus pada diagnosis, strategy, dan advisory, sedangkan agency lebih sering menangani execution lintas fungsi.
Consultant
Cocok ketika bisnis sudah punya tim eksekusi tetapi membutuhkan audit, direction, framework, atau second opinion.
Agency
Cocok ketika bisnis membutuhkan strategy sekaligus execution seperti ads, SEO, content, website, atau reporting.
Ownership
Dalam kedua model, business context, account ownership, dan keputusan final sebaiknya tetap jelas di sisi klien.
Capacity
Consultant dapat lebih fokus pada senior thinking, sementara agency menyediakan beberapa specialist dan operational capacity.
Fee
Consultant dapat memakai project/retainer advisory. Agency dapat memakai retainer berdasarkan scope dan channel. Bandingkan berdasarkan output, bukan label layanan.
Kesimpulan
Pilih consultant jika gap utama ada pada direction; pilih agency jika gap utama juga mencakup execution. Model hybrid juga memungkinkan.
