Digital marketing agency sebaiknya dinilai dari cara kerja dan kecocokannya dengan kebutuhan bisnis, bukan dari klaim “terbaik” atau daftar layanan yang panjang.
Scope
Pastikan channel, deliverable, implementation, creative, website, dan reporting yang termasuk dijelaskan sejak awal.
Process
Tanyakan bagaimana audit, planning, execution, approval, optimization, dan review dilakukan.
Team
Ketahui siapa PIC dan specialist yang benar-benar menangani account.
Ownership
Ad account, pixel, analytics, domain, CRM, dan asset penting sebaiknya tetap di bawah kontrol bisnis.
Measurement
Agency perlu menghubungkan media metrics dengan lead, sales, revenue, atau KPI yang relevan.
Case study
Periksa konteks, scope, periode, dan sumber data sebelum menerima klaim hasil.
Fit
Capability yang tepat untuk masalah Anda lebih penting daripada popularitas agency.
Kesimpulan
Agency yang baik dapat menjelaskan prioritas, trade-off, dan cara mengukur hasil secara transparan.
