Website dan media sosial sering dibandingkan seolah bisnis harus memilih salah satu. Dalam customer journey, keduanya justru dapat memiliki tugas berbeda.
Awareness
Media sosial kuat untuk discovery, short-form content, dan interaksi awal.
Consideration
Website lebih cocok untuk informasi lengkap, service page, perbandingan, FAQ, portfolio, dan case study.
Conversion
Website dapat mengarahkan pengguna ke form, WhatsApp, booking, cart, atau checkout. Social platform juga dapat digunakan jika alurnya memang lebih efisien.
Retention
Website, email, CRM, dan social media dapat bekerja bersama untuk support, repeat order, dan edukasi pelanggan.
Attribution
Satu pelanggan dapat berinteraksi dengan beberapa channel sebelum convert. Hindari memberi seluruh kredit hanya pada last click tanpa konteks.
Kesimpulan
Website dan media sosial bekerja paling baik ketika pembagian perannya jelas. Untuk perbandingan dasarnya, baca website vs media sosial untuk bisnis.
