Bisnis yang membutuhkan digital marketing tidak selalu harus langsung merekrut agency. Pilihan antara in-house, freelancer, atau agency sebaiknya mengikuti scope, volume pekerjaan, kebutuhan spesialisasi, dan kemampuan koordinasi.
In-house
Cocok ketika pekerjaan berlangsung terus-menerus, membutuhkan konteks bisnis mendalam, dan perusahaan siap membangun tim serta proses internal.
Freelancer
Cocok untuk scope yang spesifik, fleksibel, atau volume terbatas. Pastikan ownership akun, dokumentasi, dan handover jelas.
Agency
Cocok ketika bisnis membutuhkan beberapa spesialis, kapasitas eksekusi, dan koordinasi lintas channel tanpa merekrut seluruh fungsi sendiri.
Kriteria keputusan
- scope dan channel,
- budget total,
- kecepatan kebutuhan,
- kontrol harian,
- ownership data dan akun,
- kemampuan internal mengelola vendor.
Model hybrid
Banyak bisnis memakai tim internal untuk strategy/brand dan agency atau freelancer untuk fungsi spesialis.
Kesimpulan
Tidak ada model yang selalu paling baik. Pilih berdasarkan kebutuhan dan economics bisnis. Untuk scope lintas channel, lihat jasa digital marketing Dino Agency.
