Website dapat menjadi tidak akurat bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena tidak ada orang yang bertanggung jawab memperbarui informasi. Content governance menentukan siapa yang memiliki halaman, kapan harus direview, dan siapa yang menyetujui perubahan.
Tentukan page owner
Halaman layanan dapat dimiliki marketing atau business owner, halaman produk oleh product/commerce team, dan policy oleh fungsi yang berwenang.
Tentukan update trigger
Harga berubah, produk discontinued, service scope berubah, campaign berakhir, atau regulasi berubah harus memicu review halaman terkait.
Review schedule
Halaman kritis dapat direview bulanan atau kuartalan sesuai laju perubahan. Evergreen article tidak perlu mengganti tanggal jika isi tidak berubah.
Approval
Tentukan siapa yang boleh mengubah klaim, harga, legal copy, atau informasi sensitif.
Audit berkala
Cek broken links, outdated CTA, duplicate pages, stale offers, dan halaman tanpa owner.
Kesimpulan
Content governance menjaga website tetap akurat dan mengurangi content decay seiring bisnis berkembang.
