Memilih jasa digital marketing sebaiknya dimulai dari masalah bisnis yang ingin diselesaikan, bukan mencari penyedia yang mengklaim “terbaik”.
1. Tentukan objective
Apakah prioritasnya awareness, lead, ecommerce sales, SEO, retention, atau kombinasi beberapa tujuan?
2. Cocokkan channel dengan objective
Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, SEO, content, CRM, dan website memiliki fungsi berbeda. Tidak semua bisnis membutuhkan semuanya sekaligus.
3. Periksa scope
Pastikan deliverable, implementation, creative, landing page, tracking, reporting, dan hal yang tidak termasuk dijelaskan.
4. Periksa ownership
Domain, ad account, pixel, analytics, Search Console, CRM, dan asset utama sebaiknya tetap dikontrol bisnis.
5. Evaluasi case study
Lihat konteks, scope, periode, dan sumber data. Case yang relevan lebih berguna daripada daftar logo tanpa penjelasan.
6. KPI dan reporting
Penyedia perlu menghubungkan media metrics dengan qualified lead, sales, revenue, atau outcome lain sesuai objective.
7. Communication
Tentukan PIC, cadence meeting, approval, response expectation, dan escalation sejak awal.
8. Budget dan economics
Hitung fee, media spend, creative, tools, landing page, dan internal resources sebagai satu sistem.
Kesimpulan
Pilih partner berdasarkan fit, process, dan transparansi. Untuk scope lintas channel, lihat jasa digital marketing Dino Agency.
