Website dengan banyak produk mudah menjadi membingungkan jika kategori, atribut, dan halaman detail tidak dirancang berdasarkan cara pelanggan mencari. Information architecture membantu menyusun informasi agar pengguna dapat bergerak dari kategori umum ke pilihan spesifik tanpa kehilangan konteks.
Mulai dari kebutuhan pengguna
Kelompokkan produk berdasarkan tipe, fungsi, ukuran, penggunaan, atau atribut yang benar-benar dipakai pelanggan ketika memilih.
Bedakan kategori dan filter
Kategori cocok untuk kelompok utama yang stabil. Filter membantu mempersempit pilihan berdasarkan atribut seperti ukuran, warna, harga, atau fitur.
Gunakan atribut konsisten
Nama spesifikasi dan satuan sebaiknya konsisten agar perbandingan antarp produk mudah dilakukan.
Varian jangan dibuat halaman baru tanpa alasan
Jika variasi hanya berbeda warna atau ukuran, satu halaman produk dengan pilihan varian sering lebih efisien daripada banyak URL tipis.
Tambahkan breadcrumbs dan internal link
Breadcrumbs membantu pengguna memahami posisi halaman. Internal link dapat menghubungkan produk ke panduan, FAQ, dan kategori terkait.
Jangan biarkan search dan filter membuat duplikat index
URL parameter dan hasil filter perlu dikelola agar tidak menciptakan banyak halaman duplikat yang tidak punya intent unik.
Kesimpulan
Information architecture yang baik membantu usability sekaligus SEO karena setiap halaman memiliki fungsi yang jelas. Untuk katalog digital, lihat cara menyusun website katalog.
